Cilacap, kota pesisir yang tak pernah kehabisan ide untuk menghidangkan kelezatan lokal, memiliki satu warung sate yang selalu menarik perhatian warga. Sate Ayam Martawi di Jl. Brigjend. Katamso No.56 bukan sekadar tempat makan, tetapi adalah sebuah ritual kuliner yang menggabungkan tradisi dan teknik memasak yang tak tertandingi. Setiap hari, warga Cilacap yang berjalan kaki di sepanjang jalan ini pasti tergoda dengan aroma daging ayam yang sedang dibakar di atas bara api, menggoda indra penciuman sekaligus mengingatkan pada kenangan masa kecil.

Keunikan Sate Martawi: Dua Tusuk Bambu, Satu Rasa yang Menggigit

Anda mungkin sudah akrab dengan sate ayam biasa yang menggunakan satu tusuk bambu, tetapi Sate Ayam Martawi memiliki cara berbeda. Dua tusuk bambu digunakan untuk setiap potongan daging, sebuah teknik yang telah diwariskan secara turun-temurun. Teknik ini tidak hanya membuat daging matang merata, tetapi juga menciptakan tekstur yang empuk dan lezat. Saat daging dibakar, dua tusuk bambu tersebut diregangkan, memungkinkan panas meresap ke seluruh bagian daging, sehingga tidak ada bagian yang terlalu gosong atau kurang matang.
Beberapa fakta menarik tentang teknik ini:
- Memastikan daging tidak terlalu kering saat dibakar
- Menghasilkan rasa yang lebih khas dan dalam
- Mengurangi risiko daging terlepas saat dipindahkan
"Teknik dua tusuk ini bukan